Dampak globalisasi dalam moral dan beragama

A. Globalisasi

Globalisasi menurut Wikipedia adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan, ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdangangan, investasi, perjalanan, budaya popular dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu Negara menjadi bias.

Globalisasi menurut afandi kusuma adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik. Jadi, bisa disimpulkan bahwa globalisasi adalah suatu proses atau tindakan yang menjadikan sesuatu mendunia, baik lingkup maupun aplikasinya. Pada era ini, telah terjadi perubahan-perubahan cepat dalam berbagai bidang. Dunia menjadi sangat transparan, hubungan jauh menjadi dekat, jarak waktu seakan tidak terasa dan seakan pula tanpa batas

Globalisasi berarti pula suatu suatu tindakan atau proses menjadikan sesuatu mendunia (universal), baik dalam lingkup maupun aplikasinya. The act of prosess or policy making something worldwide in scope or application menurut pengertian The American heritage Dictionary.

Globalisasi ini mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Mulai dari ekonomi, ideologi, politik, sampai teknologi. Pada dasarnya merupakan fenomena yang pasti terjadi. Hal ini disebabkan karena konsekuensi dari kemajuan jaman dan ilmu pengetahuan itu sendiri. Manusia dituntut untuk saling berhubungan dan menciptakan hal-hal yang baru, sehingga nantinya bisa membuat manusia itu bertahan hidup.

Oleh karena itu merupakan kemustahilan untuk menghentikan arus globalisasi atau menghambatnya. Menghentikan arus globalisasi sama saja membunuh hasrat kreatifitas manusia dan kodrat manusia yang selalu ingin menciptakan hal yang baru. Namun, bukan berarti kita harus mengikuti arus globalisasi itu secara “mentah”. Kita harus mampu memilih mana dampak positif dan dampak negatif dari globalisasi tersebut. Sehingga kita mampu menjadi “pemain” dalam globalisasi itu, bukan “penonton” semata yang tak mendapatkan apa-apa.

Perubahan oleh arus globalisasi ini sangat luas, diantaranya adalah

1. pergeseran pola hidup masyarakat

Globalisasi menyebabkan pergeseran dalam pola hidup masyarakat, mengubah masyarakat agraris menjadi masyarakat industri, serta mengubah masyarakat yang berasaskan nilai sosial menjadi konsumeris dan materialis. Menuhankan segala kebendaan dan hal materi semata. Namun disisi lain juga menggeser kepemimpinan formal menjadi kepemimpinan kecakapan.

2. pertumbuhan ekonomi

Globalisasi bergerak kesana kemari. Tidak hanya satu arah. Jala  atau arahnya akan menyangkut langsung kepentingan sosial pada masing‑masing negara. Keberbagaian atau keragaman yang berlaku selama ini berkesempatan untuk berubah bentuk menjadi seragam dan serupa. Atau berlainan wadah serupa isi. Masing‑masing negara (bangsa, nation) akan berjuang memelihara kepentingannya sendiri-sendiri. Kecenderungan sikap kurang memperhatikan nasib negara‑negara lain akan merupakan kewajaran saja. Kecenderungan ini berpeluan melahirkan kembali “Social Darwinism”, secara konseptual didalam persaingan bebas bentuk apapun, yang kuat akan bisa bertahan dan yang lemah akan mati sendiri (Wardiman, 1997). Memperkuat perekonomian masing-masing adalah salah satu arah dari globalisasi.

3. perkembangan teknologi

Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi merupakan salah satu dari arah globalisasi. Perkembangan ilmu pengetahuan manusia yang semakin maju dan mendunia membuat perkembangan teknologi maju dengan pesat. Dalam bidang telekomunikasi dan informasi terjadi perpindahan arus yang tidak terkaendali.

4. perkembangan ideologi

Seiring dengan kemajuan teknologi serta perekonomian, masuklah ideologi-ideologi baru yang merupakan anak arah dari dampak globalisasi.

B. dampak krisis globalisasi dalam moral

Fenomena globalisasi yang telah merong-rong ideologi pancasila semakin jelas terlihat. Nilai-nilai sosial yang dulu dijunjung tinggi kini perlahan mulai terkikis oleh kebudayaan “pop” yang menyebar dengan leluasa. Banyak diantara masyarakat yang tidak menyadari akan dampak-dampak globalisasi ini. Akibatnya dengan begitu mudah dampak negatif ini mengotori dan akan segera menggeser peradaban. Masyarakat awam cenderung menikmati globalisasi ini bukan sebagai kemajuan namun hanya kesenangan materi semata.

Remaja yang menjadi korban paling banyak dalam globalisasi ini. Gaya hidup “pop” yang mulai membudaya semakin memperburuk keadaan moral remaja. Sekarang ini, tawuran antar pelajar sudah menjadi berita yang biasa. Pornografi dan kekerasan yang mereka lakukan juga tak luput merupakan efek dari globalisasi ini. Canggihnya koneksi akses internet tanpa batas semakin mempermudah para remaja untuk terjangkit dampak negatif itu. Remaja saat ini juga lebih mementingkan penampilan semata. Mereka menjadi korban iklan dan mode yang sebenarnya merupakan penjajahan besar-besaran. Akan tetapi sayangnya hanya sedikit sekali diantara mereka yang menyadari semua itu. Kebanyakan dari mereka justru terbawa arus hedonisme. Pendidikan seakan-akan bukan lagi menjadi kebutuhan, namun hanya menjadi pelengkap saja.

Penyebab utama penyimpangan perilaku hilangnya  kendali para remaja karena;

a. rusaknya sistem, pola dan politik pendidikan.

b. dipengaruhi hilangnya tokoh panutan, berkembangnya kejahatan orangtua

c. luputnya tanggung jawab lingkungan masyarakat

d. bergesernya fungsi lembaga pendidikan menjadi bisnis, dan profesi guru dilecehkan.

Bahaya untuk generasi mendatang

1. pecandu narkoba-miras

  • Merubah kepribadian secara drastic,penantang, pemarah dan pelawan.
  • Masa bodoh terhadap dirinya, semangat belajar menurun, berperangai seperti orang gila.
  • Kejahatan sexual menjadi menkuak termasuk anak-anak dibawah umur.
  • Hilangnya norma-norma hidup beradat, beragama, dan melecehkan norma hukum.
  • Berperilaku menjadi penyiksa, putus asa, pemalas.
  • Tidak mempunyai harapan masa depan.

2. membahayakan sendi kehidupan bermasyarakat

  • Kesukaan mengambil (mencuri), milik orang lain.
  • Berbuat mesum.
  • Mengganggu ketertiban umum.
  • Tidak ada penyesalan berbuat kesalahan

3. membahayakan bangsa dan Negara

  • Mengancam ketahanan nasional.rusak generasi pewaris bangsa.
  • Hilangnya patriotism
  • Mengancam kestabilitas keamanan kawasan.

C. Dampak globalisasi dalam beragama

Pengaruh globalisasi yang semakin mendunia juga merambat ke bidang agama. Tidak dapat dipungkiri nilai-nilai agama kini mengalami kepudaran. Munculnya pemikiran-pemikiran baru yang liberal dan cenderung merusak kaidah agama membuat masyarakat bingung dan akhirnya justru terjerumus ke dalam sudut-sudut yang mengkotak-kotakkan agama. Hadirnya paham sekulerisme juga menambah keterbatasan agama dalam mengatur kehidupan manusia. Sekulerisme adalah sebuah paham yang memisahkan antara urusan dunia dengan urusan agama. Jadi, dalam urusan duniawi tidak boleh dicampur dengan agama, padahal seharusnya kita selalu menyatukan keduanya secara seiringan sehingga tercipta kehidupan yang selaras.

Globalisasi datang bersama dengan kapitalisme. Pemikiran ini memasarkan ideologi barat, dan dapat menghapus otoritas agama.

Kemunduran dalam bidang agama juga dirasakan terkait dengan perbedaan paham dalam satu agama. Misalnya saja ketika menentukan hari raya, pasti terdapat perbedaan dari masing-masing kubu agama.

Lunturnya nilai-nilai keagamaan sangat terlihat jelas dalam masyarakat saat ini, terutama pada kalangan remaja. Budaya freesex, narkoba, minum-minuman keras, boros, tamak sudah menjadi hal yang biasa.

Di sisi lain, dengan adanya globalisasi ini, ada perkembangan bidang agama juga yang cukup menguntungkan. Misalnya saja dalam kaitannya dengan teknologi bidang astronomi. Ilmu pengetahuan astronomi yang semakin berkembang memudahkan para ulama dalam menetapkan waktu-waktu hari besar dan sebagainya.

D. bersikap kritis terhadap globalisasi

Dari berbagai ancaman dan dampak-dampak negatif yang telah kita ketahui dari penyebaran globalisasi dizaman seperti sekarang, kita harus lebih pintar dalam mencerna dan menyaring globalisasi yang akan kita terapkan dalam kehidupansehari-hari yang akan membawa dampak pemikiran, sifat,dan tingkahlaku manusia kea rah yang positif.

Yang harus dilakukan dalam bersikap kritis terhadap globalisasi adalah;

1. menciptakan generasi masa depan yang handal yang memiliki beberapa sikap

  • Kreatif dan inofatif,
  • tidak terbawa arus,
  • memahami nilai-nilai budaya luhur yang patuh dan taat dalam beragama,
  • serta memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama sebagai kekuatan spiritual, yang memberikan motifasi dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat

2. generasi kedepan wajib dituntun menjadi taat hukum, upaya ini dapat          dilakukan dengan cara;

  • menanamkan kesadaran tanggung jawab terhadap hak dan kewajiban asasi individu,
  • berbagi ilmu pengetahuan,memperkaya warisan budaya dengan setia mengikuti dan mempertahankan kebudayaan tersebut.
  • Serta yang lebih sederhana lagi dalam hubungan kekeluargaan yaitu memperkokoh peran orang tua, ibu, dan bapak.

Daftar pustaka

www.wikipedia-indonesia.com

Abdul hakam, kama, manusia dan lingkungan sosial budayanya, makalah, lokakarya Dosen ISBD, Dikti Depdiknas, Batam.

Ikhsan, muh, islam dan globalisasi terhadap krisis identitas muslim, Jakarta :2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: